Iklan layanan masyarakat bernada negatif dan re-desain.
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas iklan masyarakat
yang memiliki pesan negatif untuk para audiencenya, sekaligus saya berperan
sebagai orang yang akan me re-desain iklan ini agar dapat lebih efektif untuk
menjangkau dan mengubah kebiasaan masyarakat yang dianggap buruk.
Video dibawah merupakan video dari Tali Sharot, pembicara
dari TED dengan topik “Motivasi diri untuk mengubah perilaku” . Video ini akan
kita gunakan sebagai pedoman kita untuk dapat menghasilkan iklan yang jauh lebih
efektif nantinya.
Ada beberapa poin penting yang dapat saya simpulkan melalui
video tersebut, diantaranya adalah :
- Manusia lebih senang untuk mendengarkan pujian.
- Merupakan sifat alami manusia untuk menghindari opini negatif dengan cara membuat alasan untuk dapat melindungi diri sendiri, padahal itu merupakan sebuah bentuk penyangkalan.
- Manusia lebih senang dan cenderung untuk mengikuti perbuatan orang lain.
- Jika diberikan data berupa data grafik, manusia akan cenderung untuk membandingkan dirinya dengan orang lain, apakah mereka jauh lebih baik atau sama saja dengan rata-rata orang kebanyakan. Setelah itu manusia akan berusaha untuk masuk ke posisi tertinggi dari suatu grafik.
- Manusia senang akan pemberian reward yang diberikan setelah mereka berhasil untuk berhenti melakukan habit jelek.
- Otak manusia akan terus berusaha mencari cara untuk dapat mengendalikan lingkungan sekitar.
- Highlight the progress, not the decline.
- Fear : induces inaction, Thrill of gain : induces action.
Oleh karena itu saya akan mengambil iklan layanan masyarakat yang berisikan larangan merokok sebagai iklan layanan masyarakat yang memiliki pesan negatif. Berikut merupakan poster iklan tersebut.
Poster ini menjadikan gambar rokok yang dicoret, yang memiliki arti “Dilarang merokok” sebagai penarik perhatian utama,. Setelah itu ada “Hidup SEHAT tanpa MEROKOK” yang berperan sebagai headline pada poster yang terdiri dari warna hijau, biru, merah dan hitam. Sub-headline pada poster ini bertuliskan “ENJOY YOUR LIFE WITHOUT SMOKING”. Poster ini sama sekali tidak efektif, dari bodycopynya terdapat ancaman jika merokok menimbulkan banyak dampak sampai bisa menyebabkan kematian. Ini tidak mampu untuk menjelaskan kenapa tidak merokok merupakan pilihan yang tepat bagi diri sendiri.
Selain itu masyarakat Indonesia sendiri pastinya sudah bosan dengan iklan poster larangan merokok yang hampir ada di setiap tempat dan pada bungkus rokok itu sendiri, ini menyebabkan iklan larangan poster ini sering diacuhkan oleh masyarakat sekitar karena materi yang disampaikan tidak banyak berubah.
Setelah itu desain pada poster yang terlihat monoton dan banyak tulisan, jadi audience sudah bosan duluan sebelum membaca keseluruhan isi poster, dan warna pada headline yang tidak memiliki harmoni dengan visual dan elemen-elemen desain lainnya. Poster lebih condong ke arah emphasys untuk visual rokok dan headline.
Poster diatas merupakan hasil re-design saya terhadap poster iklan layanan masyakarat yang berisikan larangan merokok.
Sebuah desain poster yang simple dan minimalis dimana paru-paru dengan gaya vector yang memiliki ekspresi wajah menjadi visual utama pada desain.
Pendekatan visual dengan gaya vector bertujuan agar para audience lebih nyaman dan leluasa untuk melihat dan membaca seluruh isi poster. Karena jika kita memakai gambar paru-paru asli, kebanyakan orang akan merasa jijik atau mual untuk melihat poster, dan pesan yang akan kita sampaikan akan diacuhkan begitu saja.
Ekspresi diberikan pada paru-paru untuk menimbulkan adanya rasa senang untuk melindungi organ tubuh sendiri dan menjaga organ tubuh ini agar tetap sehat dan ceria.
Poster didesain secara simple dan minimalis untuk memaksimalkan pesan yang ingin disampaikan, sebuah paru-paru yang berterimakasih karena sudah merawat mereka dengan baik tanpa harus berurusan dengan rokok, ini berkaitan dengan salah satu poin penting dari ulasan video, yaitu manusia akan senang jika diberikan reward, pada desain ini, reward yang diberikan berupa rasa terimakasih dan rasa bangga akan kesehatan diri sendiri.
Warna biru pada latar bermaksud untuk menciptakan kontras antara visual utama dan latar, dan bertujuan untuk menonjolkan paru-paru yang memiliki warna merah sebagai center of interest. Warna merah pada paru-paru memvisualisasikan sebuah paru-paru yang sehat.
Cukup sekian ulasan dari saya, mohon maaf jika ada salah kata.
Akhir kata saya ucapkan terimakasih atas perhatiannya.
Selain itu masyarakat Indonesia sendiri pastinya sudah bosan dengan iklan poster larangan merokok yang hampir ada di setiap tempat dan pada bungkus rokok itu sendiri, ini menyebabkan iklan larangan poster ini sering diacuhkan oleh masyarakat sekitar karena materi yang disampaikan tidak banyak berubah.
Setelah itu desain pada poster yang terlihat monoton dan banyak tulisan, jadi audience sudah bosan duluan sebelum membaca keseluruhan isi poster, dan warna pada headline yang tidak memiliki harmoni dengan visual dan elemen-elemen desain lainnya. Poster lebih condong ke arah emphasys untuk visual rokok dan headline.
Poster diatas merupakan hasil re-design saya terhadap poster iklan layanan masyakarat yang berisikan larangan merokok.
Sebuah desain poster yang simple dan minimalis dimana paru-paru dengan gaya vector yang memiliki ekspresi wajah menjadi visual utama pada desain.
Pendekatan visual dengan gaya vector bertujuan agar para audience lebih nyaman dan leluasa untuk melihat dan membaca seluruh isi poster. Karena jika kita memakai gambar paru-paru asli, kebanyakan orang akan merasa jijik atau mual untuk melihat poster, dan pesan yang akan kita sampaikan akan diacuhkan begitu saja.
Ekspresi diberikan pada paru-paru untuk menimbulkan adanya rasa senang untuk melindungi organ tubuh sendiri dan menjaga organ tubuh ini agar tetap sehat dan ceria.
Poster didesain secara simple dan minimalis untuk memaksimalkan pesan yang ingin disampaikan, sebuah paru-paru yang berterimakasih karena sudah merawat mereka dengan baik tanpa harus berurusan dengan rokok, ini berkaitan dengan salah satu poin penting dari ulasan video, yaitu manusia akan senang jika diberikan reward, pada desain ini, reward yang diberikan berupa rasa terimakasih dan rasa bangga akan kesehatan diri sendiri.
Warna biru pada latar bermaksud untuk menciptakan kontras antara visual utama dan latar, dan bertujuan untuk menonjolkan paru-paru yang memiliki warna merah sebagai center of interest. Warna merah pada paru-paru memvisualisasikan sebuah paru-paru yang sehat.
Cukup sekian ulasan dari saya, mohon maaf jika ada salah kata.
Akhir kata saya ucapkan terimakasih atas perhatiannya.




Komentar
Posting Komentar